PEKANBARU –24 - 07 - 2026 - Nuansa peristiwa
Gejolak di tubuh GRIB JAYA Provinsi Riau kembali mencuat. Komandan Satgas GRIB JAYA Riau, Pendi, secara terbuka menyatakan kekecewaan mendalam terhadap kepemimpinan Ketua DPD GRIB JAYA Riau, Martin Purba. Ia bahkan mendesak agar Martin Purba mengundurkan diri dari jabatannya dan meminta Ketua Umum GRIB JAYA, H. Hercules, segera turun tangan untuk mengevaluasi kepemimpinan di Riau.
Pernyataan itu disampaikan Pendi sebagai bentuk protes atas apa yang ia nilai sebagai minimnya kepedulian terhadap anggota Satgas yang mengalami musibah.
"Saya sangat kecewa. Ada anggota Satgas saya yang sakit hingga akhirnya meninggal dunia, tetapi menurut saya tidak ada perhatian maupun bentuk kepedulian dari Ketua DPD. Organisasi sebesar GRIB JAYA seharusnya hadir saat anggotanya sedang mengalami kesulitan, bukan hanya ketika membutuhkan mereka," ujar Pendi.
Menurut Pendi, kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan jabatan ataupun gelar akademik, tetapi harus dibuktikan dengan kepedulian terhadap anggota.
Ia juga mengaku pernah menerima ucapan yang dianggap merendahkan dirinya terkait latar belakang pendidikan.
"Martin Purba menurut saya telah menghina dan mencaci saya karena saya tidak berpendidikan tinggi. Memang benar beliau bergelar S3, sedangkan saya hanya 'S teler'. Tapi saya, Pendi, bukan kaleng-kaleng. Saya bekerja di lapangan, bersama anggota, dan tahu bagaimana membesarkan organisasi ini," tegasnya.
Pendi menegaskan dirinya merupakan salah satu kader yang ikut berjuang sejak awal berdirinya GRIB JAYA di Provinsi Riau.
"Sejak GRIB JAYA berdiri di Bumi Lancang Kuning, saya termasuk orang yang ikut membesarkannya. Saat Ketua Umum H. Hercules datang ke Riau, kami berhasil menghimpun sekitar 1.500 anggota. Itu lahir dari kerja keras dan perjuangan bersama, bukan kerja satu orang," katanya.
Atas dasar itu, Pendi meminta Ketua Umum H. Hercules untuk segera mengevaluasi kepemimpinan Martin Purba.
"Saya meminta Ketua Umum H. Hercules mendengar suara kader di bawah. Bila memang kepemimpinan tidak lagi berpihak kepada anggota, kantor DPD Riau GRIB JAYA jarang terbuka sering terkunci dan jarang beroperasi. Saya meminta Martin Purba dicopot dari jabatan Ketua DPD GRIB JAYA Riau demi menyelamatkan marwah organisasi," ujar Pendi.
Senada dengan itu, Wakil Komandan Satgas GRIB JAYA Riau, Miswar, menilai situasi internal organisasi semakin tidak kondusif.
"Menurut pandangan kami, kepemimpinan saat ini justru terkesan memecah belah kebersamaan kader. Kami berharap persoalan ini menjadi perhatian serius DPP agar GRIB JAYA tetap solid dan tidak kehilangan kepercayaan anggotanya," kata Miswar.
Pendi menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan merupakan bentuk kecintaan terhadap organisasi yang telah lama ia perjuangkan.
"Kami tidak ingin organisasi ini hancur karena persoalan internal. Kami ingin GRIB JAYA kembali menjadi rumah besar bagi seluruh kader yang saling menghargai dan peduli terhadap sesama anggota," tutupnya.

Social Header